Celepuk, Si Burung Hantu Mini
Kalau dulu itu burung hantu
ditakuti, tapi dengan muncul nya film Harry Potter yang memelihara burung
hantu, banyak anak muda yang mengikuti untuk memelihara burung hantu juga.
Salah satu alternatif nya yaitu burung hantu celepuk.
Berbeda dengan burung lainnya,
jika letak mata pada burung itu di samping, tapi kalau burung hantu letak mata
nya di depan. Matanya yang bulat besar dan berwarna kuning kecoklatan membuat
burung ini kadang terlihat seram apalagi pada malam hari.
Beberapa waktu yang lalu teman
saya baru saja membeli burung hantu celepuk, terus saya tertarik buat jadiin
artikel deh hehe. Sungguh menggemaskan melihatnya, ukuran badan yang kecil
menjadi daya tarik tersendiri karena tidak membutuhkan kandang yang besar dalam
pemeliharaannya. Berikut foto-foto burung celepuk nya...
Memberi makannya pun cukup 1 atau 2 kali dalam sehari. Untuk membereskan dan kandangnya hanya cukup sekali dalam seminggu.
sumber : http://fzahrah.blogspot.com/2013/05/celepuk-si-burung-hantu-mini.html *dengan seikit perubahan ![]() | ||||
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Showing posts with label Bird Lover. Show all posts
Showing posts with label Bird Lover. Show all posts
Sunday, 3 May 2015
Celepuk, Si Burung Hantu Mini
TIPS MEMELIHARA BURUNG HANTU CELEPUK (JAVAN SCOPS OWL)
gambar dari dunia ternak.com Siapa tak kenal dengan burung hantu yang satu ini. Wajahnya yang unyu-unyu dan terlibatnya dia dalam sebuah iklan kopi di TV membuat burung ini sangat dikenal dan banyak dicari. Burung hantu ini adalah celepuk atau javan scops owl. Stigma masyarakat Indonesia akhir-akhir ini mulai berubah tentang burung hantu, dulu kita semua menganggap burung hantu adalah burung jelmaan dari setan, sekarang agaknya tidak berlaku lagi lagi, bahkan di luar negeri burung hantu dianggap sebagai lambang sebuah kebijaksanaan. Banyak sekali orang-orang yang mengadopsi hewan kecil ini sekarang, namun mungkin tidak banyak yang tahu bahwa burung hantu bukanlah burung biasa yang berkicau dan ditaruh dalam sangkar sebagai hiasan. Harus diketahui bahwa burung ini adalah burung pemangsa (raptor), walaupun bentuknya menggemaskan. Jadi ada baiknya yang berencana atau sedang berpartner dengan burung hantu ini memperhatikan tips-tips sederhana ini agar si partner tidak stres dan anda bisa memperlakukannya dengan benar. Burung hantu merupakan hewan nokturnal (hewan yang aktif dimalam hari), perlakukanlah mereka seperti selakyaknya dia diciptakan Tuhan sebagai hewan malam. Ketika pagi dan sinag hari datang, hendaknyalah sipartner disimpan ditempat yang gelap dan tidak ramai (bising). Ini penting dan harus diperhatikan agar BOP nyaman dengan suasana dan tidak stres. Untuk masalah ini bisa diatasi dengan memasukkan BOP kedalam kardus berukuran besar yang telah dilubangi (untuk pertukaran udara), atau jika ada ruangan yang tidak terpakai/gudang yang gelap bisa dipakai untuk menyimpan BOP disiag hari. Dalam habitus asli celepuk, mereka berburu serangga-serangga kecil pada malam hari (nokturnal), dan serangga yangpaling diburu adalah jangkrik (karena jangkrik merupakan serangga yang beraktifitas dimalam hari). Jadi buat teman-teman, berilah makan celepuk kalian dengan jangkrik. Jangan bingung mendebatkan makanan pengganti jangkrik, karena jangkrik sangat tersedia dipasaran dengan harga yang sangat terjangkau.
Berilah
makanan pada malam hari secukupnya (sama seperti dilingkungan aslinya
dia berburu dan makan pada malam hari). Pancinglah BOP agar mendekat dan
mematuk sendiri jangkrik yang kalian pegang, lakukan pada jarak yang
dekat dan berangsur menjauh, ini sangat berguna jika kelak kalian akan
mentraining BOP kalian. (carilah artikel tentang training jika ingin
mengetahui lebih jauh tentang hal ini).
Raptor
(burung pemangsa), termasuk celepuk didalamanya merupakan hewan ganas.
Burung-burung pemangsa ini akan sangat stress jika dikandangakan, dia
akan menabrak-nabrak dinding terus bahkan kdang sampai terluka. Jika
stresnya parah dia justru akan diam, tertunduk, memejamkan mata, dan
tidak mau makan, dan akhirnya mati. Ada regulasi wajib bagi kalian yang
akan memelihara celepuk, yakni pemakaian equipment standar. Equipment
standar ini berfungsi sebagai pembatas BOP agar tidak kabur, namun bahan
pembuat dan mekanisme yang terdapat dalam equip ini menjamin kenyamanan
bagi BOP. Banyak seller falconry equipment, namun mungkin kalau saran
saya sepengalaman saya, saya rekomendasikan A&W falconry, bukan
apa2, namun saya sudah banyak beli falconry equipment dan menurut saya
yang paling ok masi sama mereka, rapih dan cakep. harga juga
murah.(cocok bagi kantong saya). aw falconry celepuk equipment (www.kaskus.co.id).
setelah dipasang equipment, kita memerlukan perch(atau tempat
nangkring), bisa buat dari paralon, kayu, atau besi. banyak contoh perch
bisa dicari di mbah google.
Pakailah
gloves(sarung tangan) ketika akan menghandle celepuk. Walaupun kukunya
cecil, namun tajam, karena pada dasarnya fungsi kukunya untuk mencekram
mangsa. Sangat menyedihkan jika ada seller yang memotong kuku celepuk
karena takut tercakar. Hendaknya kita sekarang tahu fungsi dari kuku
owl, jadi jangan dipotong, biarkan tetap gagah dengan kuku mereka.
Terimakasih sudah mampir, saya bukanlah ahli dibidang ini, namun dari pengalaman dan beberapa kali ngobrol sama Drh, saya berani mengsharekan tips-tips sederhana ini. mari kita berdiskusi dengan sopan satu sama lain. memelihara BOP memerlukan tanggung jawab yang besar. Komitmen dan keputusan yang kita ambil untuk berpartner dengan BOP harus disadari membawaa konsekwensi, dan konsekwensi itu sebaiknya diikuti dan diperhatikan dengan baik. ingat, kita sudah mengusik hidupnya dengan memisahkan dari keluarga mereka dan menjadikannya milik kita, oleh sebab itu kita harus perlakuan mereka dengan treatmen yang tepat.
sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/5159242f6112434d2e00000f/tips-memelihara-burung-hantu-celepuk-javan-scops-owl
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Wednesday, 29 April 2015
Ciri Burung Hantu Yang Sehat
|
Sebenarnya banyak sekali ciri burung hantu sehat baik itu secara fisik
maupun non-fisik. Sebelum membeli burung hantu, anda sebaiknya
mengetahui ciri burung hantu yang sehat agar tidak tertipu oleh penjual
burung hantu yang nakal. Untuk itulah di artikel kali ini, saya akan
membahas tentang ciri burung hantu yang sehat secara fisik, artinya yang
bisa dilihat oleh mata. Sebelum membeli burung hantu seperti burung
hantu celepuk atau burung hantu barn owl, ada baiknya anda membaca
artikel tanda burung hantu sehat dibawah ini. Bagi anda yang mau
memelihara celepuk, anda bisa membaca cara memelihara celepuk.
Dan bagi anda yang ingin memelihara barn owl, silakan membaca cara merawat barn owl. Namun saya ingatkan bahwa barn owl relatif lebih sulit dipelihara. Nah, jenis-jenis burung hantu berdasarkan tingkat kesulitannya, anda bisa mengetahuinya dengan membaca tingkat kesulitan burung hantu. Silakan baca artikel tersebut agar lebih jelas. Ada beberapa ciri burung hantu yang sehat. Tanda burung hantu sehat bisa dilihat dari beberapa faktor berikut, antara lain:
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Celepuk Flores (Otus alfredi) Burung Hantu Endemik Flores
|
Celepuk Flores atau Otus alfredi merupakan
satu diantara puluhan jenis burung hantu di Indonesia. Bahkan Celepuk
Flores adalah salah satu burung endemik Indonesia dengan daerah
persebaran terbatas di pulau Flores. Satu lagi, Celepuk Flores menjadi
satu dari tiga burung hantu
(famili Strigidae) paling langka (terancam punah) di Indonesia. Dua
jenis lainnya adalah Celepuk Siau (Critically Endanged) dan Serak
Taliabu (Endangered).
Nama latin hewan yang dinamai Celepuk Flores ini adalah Otus alfredi (Hartert, 1897). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Flores Scops-owl atau Flores Scops Owl.
Burung hantu
ini berukuran kecil, dengan panjang antara 19-21 cm. Bulu tubuhnya
didominasi warna merah karat. Daerah muka berwarna coklat-kemerahan agak
gelap, dengan alis putih dan berkas telinga merah-karat. Terdapat bulu
berwarna putih di bagian dahi serta mahkota yang berwarna merah-karat
tanpa garis. Tubuh bagian atas memiliki bulu berwarna merah-karat gelap
tanpa garis, sedangkan pada kerah leher belakang terdapat pita putih
kecil berbentuk segitiga. Bulu skapular terluar putih berbintik coklat
besar. Bulu terbang bercoret merah-karat dan putih. Ekor tidak bercoret.
Tubuh bagian bawah putih, dada kadang merah karat. Paruh, iris, kaki,
dan cakar Celepuk Flores berwarna kuning. Deskripsi fisik burung endemik
nan langka ini selengkapnya bisa melihat gambar burung hantu yang disertakan dalam artikel ini.
Burung ini merupakan hewan nokturnal (aktif di malam hari). Dibandingkan dengan jenis burung hantu dari genus Otus
lainnya, Celepuk Siau termasuk tipe burung pendiam. Ditambah dengan
kebiasaannya yang kerap bertengger di dahan yang tinggi membuat burung
hantu ini sulit diamati.
Burung Celepuk Flores atau Flores Scops-owl (Otus alfredi) merupakan burung endemik
pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Keberadaan hanya
ditemukan di dua wilayah yaitu di pegunungan Todo dan Ruteng yang
terletak di sisi barat pulau Flores. Pertama kali diidentifikasikan oleh
Hartert pada tahun 1896. Spesimen didapat dari Gunung Repok (Pegunungan
Todo). Setelahnya spesies langka ini tidak pernah terlihat hingga pada
tahun 1994 ditemukan lagi Celepuk Flores di Gunung Poco Mandasawu dan Danau Ranamese (Pegunungan Ruteng).
Habitat burung endemik ini adalah hutan
pegunungan di Pulau Flores dengan ketinggian lebih dari 1000-1400 meter
di atas permukaan laut. Daerah distribusinya sangat terbatas dan sempit,
dengan kisaran luas hanya 450 km2 saja. Populasinya diperkirakan hanya
berkisar antara 250-2499 ekor burung dewasa atau setara dengan 370-3,800
individu secara total. Ancaman terbesar bagi kelestarian burung ini
adalah hilangnya habitat sebagai akibat dari deforestasi hutan.
![]()
Celepuk Flores (Otus alfredi) di Ruteng. Gambar © James Eaton/Birdtour Asia – orientalbirdimages.org
Berdasarkan daerah sebarannya yang
terbatas, tren populasi yang terus menurun, serta ancaman yang terus
berlangsung, IUCN Redlist menetapkan Celepuk Flores (Otus alfredi)
sebagai spesies yang terancam punah dengan status Endangered. Ini
menjadikannya sebagai satu dari tiga spesies burung hantu Indonesia yang
paling langka dan terancam punah. Statusnya sama dengan Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea) yang sama-sama berstatuskan Endangered (Terancam). Atau sedikit lebih baik dibanding kerabat dekatnya, Celepuk Siau (Otus siaoensis) yang menyandang status Critically Endangered (Kritis).
Oleh CITES (Convention on International
Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), Celepuk Flores
didaftar sebagai Appendix II. Sedangkan di Indonesia, meskipun termasuk
salah satu burung paling langka, Celepuk Flores masih luput dari daftar
hewan yang dilindungi.
Klasifikasi Ilmiah Celepuk Flores : Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Strigiformes. Famili: Strigidae. Genus: Otus. Spesies: Otus alfredi (Hartert, 1897).
sumber : http://alamendah.org/2014/11/11/celepuk-flores-otus-alfredi-burung-hantu-endemik-flores/
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Mengapa Burung Hantu Bisa Memutar Kepala Hingga Hampir 360 Derajat?
Jika manusia melakukan gerakan memutar seperti yang dilakukan burung hantu, akan menyebabkan seluruh jenis pendarahan internal dan mengalami kerusakan.
Para
ilmuwan mengungkapkan fakta unik tentang burung hantu. Dalam tampilan
gaya fleksibel layaknya ahli sihir, burung hantu dapat memutar leher
mereka hingga mencapai 270 derajat tanpa mencederai pembuluh darah atau
merobek tendon mereka.
Namun, para ilmuwan di Johns Hopkins University School of Medicine, AS, memiliki data lengkap untuk menjelaskan keterampilan yang cukup mencengangkan dari burung hantu --fenomena yang membuat para pecinta burung bertanya-tanya selama ini. Berbeda halnya dengan hewan lain dan manusia yang dapat memindahkan mata untuk mengikuti objek atau menggunakan peripheral vision untuk mengamati ruang, burung hantu harus memutar kepala mereka untuk mendapatkan efek yang sama. Burung hantu memiliki soket mata tetap yang artinya bola mata mereka tidak dapat memutar, sehingga memaksa mereka untuk merenggangkan leher sehingga tampak seperti sesuatu supranatural. "Dalam kasus burung, sistem mereka dirancang untuk menangani sejumlah pergerakan. Jaringan pembuluh darah dirancang sedemikian rupa sehingga lentur," kata Eric Forsman, seorang ahli biologi satwa liar dari US Forest Service. Forsman menambahkan, burung hantu lebih lentur dibanding manusia karena kepala burung ini hanya memiliiki satu socket pivot. Sementara manusia memiliki dua, ini membatasi kemampuan untuk memutar. Burung hantu memiliki beberapa ruas tulang belakang, tulang-tulang kecil yang membentuk leher dan tulang belakang sehingga membantu mereka untuk mencapai berbagai berbagai rentang gerakan. Sementara jika manusia melakukan gerakan memutar seperti yang dilakukan burung hantu, akan menyebabkan seluruh jenis pendarahan internal dan mengalami kerusakan. Peneliti juga menyuntikkan tubuh bangkai burung tersebut dengan pewarna dan cairan plastik berwarna merah untuk mengamankan pembuluh darah arteri sebelum dilakukan pembedahan. Ketika dilakukan percobaan, ternyata tim menemukan bahwa burung hantu memiliki arteri cadangan, yang mana ini memberikan pasokan nutrisi segar saat pembuluh darah tertutup makan dengan cepat akan berbalik. Sehingga arteri mereka membengkak untuk menampung setiap kelebihan darah yang dihasilkan dari proses tersebut. Forsman menerangkan bahwa hal ini merupakan ciri dari proses adaptif yang kuat namun tidak unik. Karena banyak burung lain yang memiliki kemampuan yang serupa untuk dapat melihat sesuatu di belakang mereka, elang ekor merah misalnya, sebagai hewan noktural mereka juga hampir memilki kelenturan yang serupa. "Ada banyak manfaat dengan memiliki kemapuan dapat melihat sesuatu melampaui bahu Anda dan melihat sesuatu yang datang. Ini berguna jika Anda berusaha menghindari predator yang datang atau dapat mendeteksi mangsa," terang Forsman.
(Umi Rasmi Sumber: National Geographic News)
sumber : http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/02/mengapa-burung-hantu-bisa-memutar-kepala-hingga-hampir-360-derajat
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Serak Taliabu, Burung Hantu Endemik Maluku Utara
|
Serak Taliabu merupakan burung hantu endemik kepulauan Sula, Maluku Utara. Burung hantu dengan nama latin Tyto nigrobrunnea
ini hanya ditemukan hidup di pulau Taliabu, Kabupaten Sula, Maluku
Utara. Serak Taliabu pun menjadi salah satu burung langka di Indonesia
dengan status konservasi Endangered (Terancam Punah).
Nama latin hewan dari famili Tytonidae ini adalah Tyto nigrobrunnea
Neumann, 1939. Dalam bahasa Inggris burung endemik Taliabu, Maluku
Utara ini mempunyai beberapa sebutan seperti Taliabu Masked Owl, Taliabu
Masked-owl, Sula Barn-owl, atau Taliabu Owl.
Diskripsi Fisik dan Kebiasaan Serak Taliabu
Tubuh burung Serak Taliabu berukuran
sedang, panjang tubuhnya berkisar 31-32 cm. Panjang rentang sayap
sekitar 28 cm dan ekor sepanjang 12 cm. Bagian muka berwarna coklat
kemerah-mudaan. Bulu di sekitar mata dan tubuh bagian atas berwarna
gelap. Tubuh bagian bawah berblu warna coklat keemasan dengan
bintik-bintik berwarna hitam. Iris mata hitam. Suara burung ini, layaknya anggota genus Tyto lainnya, menyerupai suara desisan. Bulu pada kaki coklat kemerahan sedangkan kulit kaki abu-abu dan cakar hitam.
Layaknya jenis burung hantu lainnya, Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea) merupakan hewan nokturnal
(beraktifitas di malam hari). Hidup di habitat berupa hutan dataran
rendah dan hutan pamah tebang pilih. Daerah sebarannya terbatas hanya di
pulau Taliabu, kepulauan Sula, Maluku Utara. Sehingga Serak Taliabu
merupakan salah satu hewan endemik Indonesia dengan persebaran hanya di satu pulau saja, meskipun dimungkinkan terdapat juga di beberapa pulau kecil di sekitar Taliabu.
Populasi dan Konservasi Serak Taliabu
Populasi burung Serak Taliabu tidak diketahui dengan pasti, meskipun diyakini termasuk burung langka
dan terancam punah. BirdLife memperkirakan populasi burung dewasa
berkisar antara 250 hingga 1000 ekor. Sedang total keseluruhan populasi
di bawah 1.500 ekor. Populasi ini diperkirakan mengalami penurunan,
meskipun tidak diketahui pasti tingkat penurunannya. Penurunan populasi
burung hantu endemik Maluku Utara ini diakibatkan oleh deforestasi yang terjadi.
Dengan mempertimbangkan daerah sebaran yang sempit (kurang dari 5000 km2),
terfragmentasi, dan terus mengalami penurunan baik dari luas maupun
kualitasnya; serta jumlah populasi yang kecil (di bawah 2.500 ekor
dewasa) dan terus mengalami penurunan, IUCN Red List
kemudian menetapkan status konservasi burung Serak Taliabu sebagai
Endangered (Terancam Punah). CITES pun menetapkan burung ini dalam
daftar Appendix II (perdagangannya diatur ketat).
Meskipun ditetapkan sebagai spesies
Endangered oleh IUCN Red List dan masuk daftar Appendix II CITES,
ternyata burung ini belum masuk dalam daftar burung yang dilindungi di Indonesia.
Klasifikasi Ilmiah Serak Taliabu : Kerajaan : Animalia. Filum : Chordata. Kelas : Aves. Ordo : Strigiformes. Famili : Tytonidae. Genus : Tyto. Spesies: Tyto nigrobrunnea Neumann, 1939.
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Burung Hantu Itu Datangi Masjid
|
Burung Hantu (anggota ordo Strigiformes) yang merupakan binatang buas (karnivora) dan biasa beraktifitas pada malam hari (nokturnal). Salah satu spesiesnya, Celepuk Reban, pada sore itu membuatku kaget.
Sore itu saat berjamaah salat maghrib, selepas salam saya
berniat keluar dari masjid karena terganggu oleh hidung yang berair
karena flu. Setiba di beranda masjid saya tertarik dengan beberapa anak
kecil yang bergerobol. Dan ketika saya mendekat, saya kaget. Sesosok
Burung Hantu dari spesies Celepuk Reban (Otus lempiji) tengah hinggap di lantai beranda masjid.
Saya pun
mendekat. Burung Hantu itu hanya memandang saya. Bahkan ketika kami
hanya terpaut jarak sekitar setengah meter anggota ordo Strigiformes itu
tak sedikitpun beranjak. Hanya matanya yang waspada memandang ke
arahku. Tepat ke bola mataku.
Bahkan ketika saya berlari pulang untuk
mengambil kamera digital di rumah yang hanya berjarak belasan meter dari
masjid, burung itupun tidak beranjak. Ketika saya berulang kali
mengabadikan gambarnya, sekali lagi, Burung Hantu berukuran 20-an cm ini
hanya diam saja.
Puas
memotret, saya berusaha mengusir Celepuk Reban ini dengan
melambai-lambaikan tangan tetapi tetap saja, burung yang mulai langka
ini bergeming. Hingga saya menyodok tubuhnya dengan sebatang sapu ijuk
Burung Hantu ini baru terbang menghilang di remang senja.
Burung Hantu merupakan anggota ordo
Strigiformes yang sedikitnya terdiri atas 222 spesies (jenis) dan
tersebar di seluruh dunia, kecuali di Antartika. Di Indonesia saja
terdapat belasan spesies, bahkan di antaranya merupakan endemik. Jenis
Burung Hantu di Indonesia diantaranya:
Burung nokturnal ini mempunyai
penglihatan yang tajam dan mampu melihat tikus yang bergerak dikegelapan
dari jarak 50 meter. Selain itu Burung Hantu diyakini mampu menjadi
pengendali tikus. Sepasang Burung Hantu mampu mengendalikan hama tikus
pada lahan seluas 5-10 ha.
Sayangnya keberadaan satwa ini mulai
langka karena banyak diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp. 150 ribu
per ekor. Mungkin karena kesepian, Burung Hantu bespesies Celepuk Reban
tersebut, sore itu mendatangi masjid, mengadukan nasibnya di rumah
Tuhan. Wallahualam.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Strigiformes. Famili: Strigidae. Genus: Otus. Spesies: Otus lempiji
Sumber : http://www.burung.org
http://alamendah.org/2009/11/13/burung-hantu-itu-datangi-masjid/
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Burung Hantu Burung Raja Mitos
|
Burung hantu memang burung raja mitos.
Selain mempunyai nama yang seram, muka yang mengerikan, aktifitasnya
pun dilakukan di malam hari. Karenanya berbagai mitos dan kepercayaan
mistis sering disandangkan pada burung hantu ini.
Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri
pun berbagai mitos mistik selalu menyertai keberadaan burung hantu.
Rata-rata mitos tersebut berbau hal-hal menakutkan dan menyeramkan.
Meskipun di beberapa negara justru mempunyai mitos yang sebaliknya,
sebagai penolong dan sumber kebijaksanaan.
Burung hantu merupakan sekumpulan jenis
burung dari ordo Strigiformes. Burung ini sedikitnya terdiri atas 222
spesies (jenis) dan tersebar di seluruh dunia, kecuali di Antartika.
Indonesia termasuk negara yang kaya akan spesies burung hantu.
Sedikitnya belasan jenis burung mitos ini hidup di Indonesia bahkan
beberapa di antaranya merupakan burung endemik. Di Indonesia burung ini disebut juga sebagai celepuk, serak, jampuk, kokok beluk, beluk ketupa, dan punggok atau pungguk.
Ciri-ciri Burung Hantu. Kesemua jenis burung hantu mempunyai ciri khas yang hampir sama. Burung ini termasuk binatang nokturnal
(aktif di malam hari), bisa terbang tanpa suara. Mata burung hantu
menghadap ke depan seperti mata manusia dengan bola mata besar yang
selalu melotot, serta kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat, bahkan
ada yang hingga 230 derajat.
Rata-rata burung hantu memiliki bulu
lurik berwarna kecoklatan atau abu-abu dengan bercak hitam dan putih.
Ekornya pendek, tetapi sayapnya justru sangat lebar. Rentang sayap
burung hantu mampu mencapai tiga kali panjang tubuhnya.
Burung hantu merupakan binatang karnivora
dan pemburu yang handal. Paruh yang tajam dan kuat, kaki dan kuku tajam
yang cekatan mencengkeram, kemampuannya berdiam mengintai ditunjang
dengan kepala yang mampu berbutar 230 derajat, Matanya yang meghadap ke
depan mampu mengukur jarak dengan tepat, ditambah dengan kemampuannya
terbang dengan tanpa mengeluarkan suara. Bahkan beberapa spesies burung
hantu selain mempunyai pendengaran yang baik juga mempunyai bulu-bulu di
wajah yang ikut mengarahkan suara sehingga mampu mendeteksi keberadaan
mangsa hanya dengan menggunakan suara.
Kekomplitan indera dan kemampuan Sang Raja mitos ini membuat berbagai binatang burunannya seperti serangga, katak, tikus dan binatang kecil lainnya sering tidak berkutik.
Mitos Burung Hantu.
Kemampuan terbang di malam hari yang gelap tanpa suara yang dimiliki
burung ini konon yang menyebabkan burung ini di Indonesia dinamakan
burung hantu. Ditambah dengan rentang sayapnya yang sangat lebar. Pun
dengan bentuk muka, mata, dan bulunya ketika burung ini bertengger di
dahan pohon tak jarang langsung membuat bulu kuduk berdiri layaknya
melihat penampakan hantu. Mengerikan, meski sebagian orang justru
menganggapnya imut dan menggemaskan.
Burung hantu sebagai pemberi tanda
(firasat) buruk termasuk kematian. Bahkan banyak yang beranggapan burung
hantu merupakan penjelmaan hantu atau binatang peliharaan hantu. Mitos
ini semakin mengukuhkan nama burung ini sebagai burung hantu.
Dari penampakan burung hantu baik ketika
terbang maupun ketika bertengger inilah lahir berbagai mitos di seluruh
belahan dunia terkait burung hantu. Tidak terkecuali di Indonesia.
Beberapa mitos yang sering saya dengar berkaitan burung hantu di
antaranya adalah:
Di mancanegara mitos tentang burung hantu
juga banyak berkembang seperti sebagai perlambang kematian dan
kesialan. Namun tidak semua mitos burung hantu bernuansa mengerikan.
Oleh bangsa Indian, burung hantu dianggap sebagai penolong dan
perlambang kebijaksanaan. Pada masa Yunani, burung ini diyakini sebagai
pelindung pasukan yang bertempur. Pun di Inggris, burung dari ordo
Strigiformes ini dipercaya membawa keberuntungan.
Terlepas dari berbagai mitos, keberadaan burung hantu di alam bebas semakin langka
di Indonesia. Langkanya burung hantu di Indonesia selain karena
kerusakan lingkungan juga diakibatkan oleh perburuan untuk
diperdagangkan sebagai binatang peliharaan. Celepuk Siau (Otus siaoensis) merupakan salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia. Pun Celepuk Flores (Otus alfredi), Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea), dan Celepuk Biak (Otus beccarii) yang dicap berstatus endangered (Terancam Punah) oleh IUCN Redlist.
Mungkin sobat mengenal berbagai mitos
lainnya tentang burung hantu ini. Tapi yang pasti hampir setiap malam
aktifitas blogging saya (termasuk saat menulis artikel ini) ditemani
kicauan burung ini yang seperti bersarang tidak jauh dari rumah saya.
Selain itu, saat setahun yang lalu saya didatangi burung hantu dan sempat mengambil gambar beberapa kali senang bukan main. Berbagai mitos itu pun terlupakan.
Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Strigiformes. Famili: Strigidae.
Referensi:
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Fakta Sistem Pendengaran Burung Hantu
SISTEM PENDENGARAN BURUNG HANTUBeberapa waktu yang lalu Rendra sempat memposting artikel yang bejudul Fakta Unik Tentang Burung Hantu. Dan tak disangka ternyata artikel tersebut cukup banyak yang menyukai, terbukti sampai artikel ini saya terbitkan, artikel tentang burung hantu tersebut masih menjadi Fakta terpopuler dalam bog Fakta Unik ini. Nah, karena iu hari ini Rendra ingin membahas mengenai burung hantu lagi tapi kali ini adalah tentang Sistem Pendengaran Telinga Hantu yang hebat. Karena burung hantu lebih aktif di malam hari, dia memiliki perkembangan pendengaran yang sangat bagus. Telinganya terletak di samping kepala. Di belakang mata dan tertutup oleh bulu dari mukanya. Bentuk telinga burung hantu sendiri tergantung spesiesnya. Pada spesies tertentu, telinga yang kita lihat ternyata hanyalah sejumput bulu, bukan telinga yang sebenarnya. Jarak pendengaran burung hantu tidaklah sebaik manusia, tetapi pendengarannya lebih halus dan tajam pada frekuensi tertentu yang memungkinkan dia mendengar mangsa mereka yang bergerak pelan di atas tanah atau dedaunan. Ketika suara berisik terdengar, burung hantu mampu memperkirakan arah datangnya suara berisik tersebut walaupun penglihatannya cukup buruk dengan cara merasakan perbedaan waktu bunyi yang diterima oleh telinga kanan dan telinga kiri. Contohnya jika bunyi mangsanya berasal dari sisi kiri, maka dia akan terbang ke arah kiri karena telinga kiri menerima bunyi terlebih dahulu. Setelah itu burung hantu akan merasakan arah sudut terbang yang pas apabila kedua telinganya telah mendengar bunyi secara bersamaan. Burung hantu sendiri dapat merasakan perbedaan waktu bunyi yang datang tersebut hingga ketelitian 0.00003 detik! Penerjemahan sinyal bunyi yang berasal kanan, kiri, bawah, dan atas tersebut terkombinasi secara cepat di otak burung hantu sehingga menciptakan gambaran visual tentang lingkungan sesungguhnya dari sumber suara. Penelitian tentang otak burung hantu telah mengungkapkan bahwa medulla(bagian otak yang berasosiasi dengan pendengaran) burung hantu lebih kompleks daripada burung lain. Burung hantu yang tinggal di peternakan misalnya, dia memiliki minimal 95,000 neuron, jumlah tersebut 3 kali lebih banyak daripada neuron yang dimiliki oleh seekor sapi. Burung hantu yang bersiap menerkam mangsanya. Setelah menemukan arah yang pas dari mangsanya, kepala burung hantu akan tetap segaris dengan arah suara terakhir yang didengarnya. Jika mangsanya bergerak dia dapat dengan cepat dapat membetulkan arah. Ketika jarak dengan mangsanya sudah berkisar 60 cm dia akan mengacungkan kakinya yang memiliki cakar-cakar tajam ke depan kepala dan akhirnya brakkkk... Mangsanya pun akhirnya tertangkap sumber : https://www.facebook.com/Kumpulan.Fakta.Fakta/posts/1412010975709271 ![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Semua Tentang Burung Hantu
|
Owl, dalam bahasa Indonesia namanya burung hantu.
Burung hantu tegolong dalam kelompok
burung buas pemangsa daging. Burung hantu dikenal karena matanya besar
dan menghadap ke depan, umumnya burung hantu berbulu burik, kecoklatan
atau abu-abu dengan bercak-bercak hitam dan putih, dengan panjang sayap
mencapai sekitar tiga kali panjang tubuhnya jika dibentangkan.
Kebanyakan jenis burung hantu
berburu di malam hari, meski sebagiannya berburu ketika hari
remang-remang di waktu subuh dan juga sore hari dan ada pula beberapa
jenis yang berburu pada siang hari.
Matanya
yang menghadap ke depan memungkinkan burung hantu ini dapat mengukur
jarak dengan tepat. Paruh yang kuat dan tajam mampu untuk mengoyak tubuh
buruan dengan sangat sempurna. Kaki yang cekatan dan memiliki
mencengkeram yang sangat kuat memungkinkan tidak ada yang bisa lepas
apabila sudah tertangkap. Serta kemampuan terbang tanpa berisik,
merupakan keunggulan utama untuk kondisi berburu dalam gelapnya malam.
Beberapa jenis tertentu, burung
hantu dapat memperkirakan jarak dan posisi mangsa dalam keadaan
kegelapan total, hanya berdasarkan indera pendengaran yang dibantu oleh
bulu-bulu wajahnya untuk mengarahkan kesuara.
Burung hantu membuat sarang di
lubang-lubang pohon atau di antara pelepah daun sebangsa palem. Beberapa
jenis juga kerap memanfaatkan ruang-ruang pada bangunan, seperti di
bawah atap atau lubang-lubang yang kosong. Telur burung hantu kebanyakan
berwarna putih atau putih berbercak tergantung dari jenisnya.
Hewan unik ini sering dianggap pembawa sial bagi sebagian masyarakat. Karena sifatnya yang misterius, suka keluar malam. Sayangnya saat ini burung ini terancam habitatnya karena banyaknya penebangan liar pohon-pohon.
Teguh sendiri turut prihatin atas masalah ini. Semoga ke depannya anak
cucu kita masih bisa tahu burung yang satu ini. Oke, sekarang kita lihat
apa saja Fakta Unik yang dimiliki burung hantu yang telah dirangkum Teguh khusus untuk Anda
# Fakta Unik Tentang Burung Hantu
1. Burung hantu memiliki 150 spesies berbeda yang hidup tersebar di semua benua di dunia, tentunya kecuali benua Antartika.
2. Burung hantu adalah karnivora atau hewan pemakan daging. Santapan utama mereka adalah hewan-hewan pengerat kecil
seperti tikus. Burung Hantu yang hidup di peternakan bahkan mampu
memakan 1000 tikus pertahun. Makanan lain dari burung hantu adalah serangga, reptil-reptil kecil, dan ikan.
3. Burung
hantu memiliki telinga yang unik dengan ukuran dan tinggi yang berbeda
dengan kepalanya. Bentuk yang unik ini memberikan pendengaran super
kepada burung ini. Bahkan bisa dikatakan Burung hantu adalah burung
paling baik daya pendengarannya. Hal ini sangat membantu burung hantu
dalam menentukan pergerakan mangsanya, daripada mengandalkan kemampuan
matanya yang cukup buruk.
4. Burung
Hantu memiliki lembaran-lembaran bulu di sekitar telinganya.
Lembaran-lembaran ini bukanlah untuk mebantu pendengaran, melainkan
untuk meperlihatkan kondisi burung tersebut, berkamuflase, atau untuk
menakut-nakuti burung lainnya.
5. Mata burung hantu terlingkupi oleh tulang mata sehingga tidak bisa digerakkan untuk melirik kanan atau kiri. Tetapi
walaupun da tdk bisa melihat kekanan dan kekiri, Kepala burung hantu
sangatlah hebat. kepala burung hantu dapat berputar hingga 270 derajat.
6. Burung hantu memiliki 3 kelopak mata. Satu untuk berkedip, satu untuk tidur dan satu untuk menjaga mata agar tetap bersih dan sehat.
7. Kaki burung hantu merupakan kaki zygodactyl dengan dua jari belakang dan dua jari belakang. Bentuk kaki seperti ini semakin menguatkannya sebagai seorang Predator.
8. Ternyata tidak semua burung hantu adalah nocturnal atau selalu keluar pada malam hari. Beberapa diantaranya banyak yang keluar pada siang hari tergantung pada kondisi habitat, musim, serta makanan.
9. Burung
hantu sudah ada sejak lama, terbukti dengan digunakannya burung hantu
dalam simbol-simbol kuno seperti pada Mesir dan bangsa Maya. Fosil
tertua burung hantu yang ditemukan diperkirakan telah berumur 58 juta
tahun. Yang terbesar adalah Orinmegalonyx oteroi, dengan tinggi sekitar 3 kaki.Sumber : http://info-faktaunik.blogspot.com/2011/06/fakta-unik-tentang-burung-hantu.html http://putroeintan.blogspot.com/2011/07/burung-hantu.html , dan http://teguh-999.blogspot.com/2012/04/semua-tentang-burung-hantu.html ![]() | ||||
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Thursday, 23 April 2015
Tanda-Tanda Burung Hantu Sakit
|
Tanda-Tanda Burung Hantu Sakit -
bagi Anda pecinta burung hantu, tentu tidak ingin kalau burhan
kesayangannya sakit dan mati, nah disini sebagai salah satu pecinta
burung hantu kang salman akan berbagi tips bagaimana cara mengetahui burung hantu yang sedang sakit dan cara mengatasinya.
Mata Burung Hantu Yang Selalu Tertutup siang dan malamMata burung hantu tersebut tidak mau terbuka bahkan saat kita mendekati dan mengganggunya dia tidak mau membuka mata, berbeda jika burung hantu tersebut sehat, dia pasti akan membuka matanya lebar-lebar sambil melotot, jika hal ini terjadi segera beri pertolongan pertama dengan memisahkan burung tersebut dari burung yang sehat (jika satu kandang) kemudian paksa dia untuk memakan jankrik, dan minum 1 tetes minyak ikan. Tidak Mau Makan Bukan manusia saja yang kehilangan selera makanya pada saat sakit, si burhan juga sama pada saat ia sakit ia tidak mau makan, jangan biarkan ini berlalur-larut, paksa dia untuk makan minimal 2 buah ekor jankrik dewasa dengan cara menyuapkannya. Badan atau sayap yang selalu bergetar 1 minggu lalu burung hantu kang salman mengalami gejala ini, badan selalu bergetar dan saat sayap di kembangkan menunjukan hal yang sama, itu tandanya burung hantu kita sedang demam atau panas dinging, untuk mengatasi hal ini kita dapat memberikan perlindungan atau penghangatan kandang dengan menudungkanya dengan sarung atau kain penutup kandang. Pada saat pagi hari usahakan agar burhan terkena sinar matahari secara langsung 30 menit setelah itu masukan kembali kerumah. Nah itu dia tanda-tanda burung hantu sedang sakit, semua pengalaman ini kang salman dapat selama merawat burung hantu semoga bermanfaat untuk Anda.
sumber : http://ureport.news.viva.co.id/
http://rumahamsterikky.blogspot.com/2014/01/tanda-tanda-burung-hantu-sakit.html
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Penyakit yang menyerang Burung Hantu.
|
Huaaaaa... huaaa..
Mogrock-ku (owl) kena newcastle desease,, kasian banget, badanya
kejang-kejang, lumpuh, seperti ayam baru dipotong, gak nyangka dia bakal
kena ini karena sebelumnya aku belum tau tentang hal ini. Buat
teman-teman yang punya peliharaan unggas, segera vaksin hewan peliharaan
kalian, karena ini adalah musim pancaroba dimana virus ini mudah
menjangkiti unggas. Jangan sampai menyesal kalau virus ini sudah
menyerang mereka, karena belum ada obat yang ditemukan buat penyakit
ini, vaksin tidak akan bekerja jika si owl sudah terjangkit. Selagi
masih sehat, segera vaksin mereka, vaksin ini dapat kalian dapatkan di
poultry shop dalam bentuk tetes mata, dan harganya relatif murah.
waktu baca thread di kaskus tadi, penyakit ini sangat mematikan, namun
ada juga yang tiba-tiba sehat sendiri setelah dipaksa diberi makan. Pray
for Mogrock,, semoga Mogrock bisa bertahan..
Mo berbaring diatas tangan saya.. :((
Tentang penyakit ini lebih dalam :
Sumber : Kaskus.co.id >>
NEWCASTLE DESEASE
Newcastle Disease atau Tetelo adalah virus syaraf yang seringkali
menyerang unggas. Sangat mengerikan melihat unggas / BoP kita tersayang
menderita virus ini, terlebih karena pengobatannya masih simpang siur.
Newcastle Disease (ND) juga di kenal dengan sampar ayam atau Tetelo
yaitu penyakit yang disebabkan oleh Newcastle Disease Virus dari
golongan Paramyxovirus. Virus ini menyerang alat pernapasan, susunan
jaringan syaraf, serta alat-alat reproduksi telur dan menyebar dengan
cepat serta menular pada banyak spesies unggas yang bersifat akut,
epidemik (mewabah) dan sangat patogen. Virus ND dibagi dua tipe yakni
tipe Amerika dan tipe Asia.
Quote:
Pembagian ini berdasarkan keganasannya dimana tipe Asia lebih ganas dan
biasanya terjadi pada musim hujan atau musim peralihan ( pancaroba ),
dimana saat tersebut stamina unggas menurun sehingga penyakit mudah
masuk
Penyakit ini pertama ditemukan oleh DOYLE pada tahun 1926 di Newcastle
(Inggris), dan mengidentifikasinya sebagai paramyxovirus-1 (PMV-1).
Newcastle Disease Virus
* Group : Group V ((-)ss RNA)
* Ordo : Mononegavirales
* Family : Paramyxoviridae
* Genus : Avulavirus
* Species: Newcastle disease virus
Penularan :
Quote:
Penularan Newcastle Disease dapat melalui udara, makanan dan minuman yang tercemar, penularannya cepat dan
kematian yang ditimbulkan sangat tinggi.
Pencegahan yang paling efektif dalam menanggulangi Newcastle Disease
adalah dengan vaksinasi yang teratur sesuai dengan program yang
dianjurkan yaitu :
* pertama, vaksinasi dengan vaksin aktif melalui tetes mata yaitu cukup tetes pada mata kiri atau
kanan juga dilakukan vaksinasi inaktif yang disuntikan pada kulit leher
dengan menggunakan Spuit atau spet dengan dosis 0,2-0,25 CC pada waktu
yang sama.
* Kedua dilakukan vaksinasi (revaksinasi) dengan vaksin aktif galur lasota / Clone melalui tetes mata atau air minum.
* Setelah vaksinasi kedua, vaksinasi selanjutnya dapat dilakukan pada
umur ayam tiga bulan atau empat bulan atau setiap akan memasuki musim
peralihan ( pancaroba ).
Memelihara BoP yang baru sebaiknya dilakukan terpisah dengan BoP yang sudah sehat dan lama dirumah, serta menjaga kebersihan
( tempat, makanan, dll ), jangan memasukkan BoP dari luar sebelum
dikarantina atau divaksin dan dipastikan tidak membawa sumber penyakit.
Penyebaran :
Penyebaran penyakit ND terjadi melalui eksudat/lendir dari BoPsakit,
makanan BoP, udara, air kotor, tikus besar dan burung liar, dapat juga
melalui pup ( tinja )
Gejala-gejala :
BoP mengantuk dengan kepala ditundukkan, sesak nafas, terdengar suara mencicit seperti tercekik, nafsu makan
berkurang, BoP menjadi kurus dalam beberapa hari, BoP hilang
keseimbangan atau selalu memutar-mutar kepalanya, berjalan keliling,
kepala diletakan diatas punggung juga kelumpuhan. Pial dan balung
berwarna kebiruan. Dari sekian BoP banyak yang tak lama kemudian mati,
namun ada juga yang tiba-tiba sembuh sendiri setelah dipaksa diberi
makan. Masa inkubasinya antara 5 - 6 hari dengan tingkat kematian yang
sangat tinggi.
Pengobatan :
Sampai sekarang belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
Bagaimanapun dapat digunakan vaksin aktif galur lasota / Clone untuk
mencegah penyakit ini, tetapi untuk BoP yang sudah terkena penyakit ini
maka injeksi ini tidak berguna lagi.
Quote:
sedikit informasi tambahan mengenai vaksin nya, karena saya lihat cukup
banyak kejadian tetelo memakan korban. Vaksin bisa dibeli di poultry
shop, dengan harga yang relatif murah. Cari vaksin jenis La Sota,
kemasan kecil produk MEDION. vaksinnya berupa tetes mata / tetes
hidung.
sumber : http://rizkicitasara.blogspot.com/
http://rumahamsterikky.blogspot.com/2014/01/penyakit-yang-menyerang-burung-hantu.html
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Kulonprogo Atasi Tikus dengan Burung Hantu
![]()
Gudang Burung - Pemanfaatan
predator alami berupa burung hantu untuk mengendalikan hama tikus mulai
dikembangkan petani di bulak Graulan, Desa Giripeni, Kecamatan Wates,
Kulonprogo. Para petani bersama-sama membuat rumah burung hantu yang
kemudian dipasang di tengah sawah.
Untuk mengundang burung hantu datang ke
kandang yang telah dipasang, tidak ada perlakuan khusus seperti
pememberian umpan. Sebab, menurut Ketua Kelompok Tani Martani Desa
Giripeni, Untung Suharjo, secara alamiah burung hantu suka keluar malam
dan hinggap di tempat-tempat yang tinggi serta jauh dari hunian manusia.
“Kami sudah survey di lingkungan sekitar
sini ada burung hantu. Binatang itu kan suka keluar malam, sehingga
kami buat rumah burung hantu ini di sawah. Sementara baru dua tapi akan
ditambah lagi, rencana ada enam rumah burung hantu,” kata Untung, Jumat
(29/3).
Rumah-rumah burung hantu itu diletakkan
di tiang penyangga dari bambu yang cukup tinggi di tengah-tengah sawah.
Sehingga dari tempat itu burung hantu bisa leluasa melihat hama tikus
yang akan disergapnya untuk dimangsa.
Untung mengatakan, para petani di
wilayahnya sengaja mensiasati serangan hama tikus dengan langkah ini.
Sebab burung hantu merupakan musuh alami yang biasa memangsa tikus
sehingga relatif lebih murah untuk mengendalikan hama tersebut.
“Kalau mengadakan gropyokan tikus dan
melakukan pengemposan kan mengeluarkan biaya (lebih banyak), sehingga
kami membuat rumah burung hantu ini. Ini cukup efektif karena tikus
begitu mendengar suara burung hantu juga langsung pada takut,” paparnya.
Ide memanfaatkan burung hantu untuk
memerangi hama tikus ini, imbuh Untung, didapatnya dari internet.
Kemudian kelompok tani di wilayanya melakukan studi banding ke petani di
Moyudan, Kabupaten Sleman yang di sana pemanfaatan burung hantu sudah
bisa berjalan.
“Hama tikus sementara ini di sini masih
terkendali, tapi kami siaga daripada melakukan gerakan, lebih enak dari
awal melakukan pengendalian,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan
(Dispertahut) Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono mengatakan, dinas
mengapresiasi upaya yang dilakukan para petani untuk mengendalikan hama
tikus dengan burung hantu tersebut. Pengembangan pemanfaatan burung
hantu itu merupakan hasil kerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi
Pertanian (BPTP).
“Ini menjadi pionir di Kelompok Martani
ini. Mudah-mudahan nanti akan meluas di Kabupaten Kulonprogo, dilakukan
secara swadaya oleh warga masyarakat,” katanya.
Bambang menambahkan, sekitar tahun 2006
lalu dinas sebenarnya sudah pernah menginisiasi pemanfaatan burung hantu
untuk mengatasi serangan hama tikus. Namun ujicoba tersebut waktu itu
tidak berjalan baik.
“Sebenarnya dulu sudah pernah ujicoba
tahun 2006, melepas enam pasang di Sentolo dan Panjatan. Hanya memang
setelah itu lepas dari pengamatan kita, setelah terbang sulit
mengamati,” pungkasnya.
sumber : http://www.gudangburung.com/
http://rumahamsterikky.blogspot.com/2014/01/kulonprogo-atasi-tikus-dengan-burung.html
![]() |
| -visit us: @Mr_ikky and Friends- |
Subscribe to:
Posts (Atom)












